Selasa, 05 November 2013

Teknologi Untuk Mengontrol Keinginan


Teknologi Pengontrol Keinginan
Contoh aplikasi 'Don't Dial!' dari Cuttlefish Industries
Teknologi ini cocok bagi siapa saja yang sedang dalam pekerjaan untuk menyelesaikan sesuatu tapi selalu diganggu oleh impuls-impuls untuk melakukan hal-hal lain.

Misalkan anda sedang menulis sebuah buku tapi selalu saja ada keinginan untuk membuka internet, maka anda dapat menggunakan teknologi ini untuk memblokir akses internet anda sendiri selama dua jam sehari.

Teknologi ini sebenarnya mirip dengan pengingat atau reminder pada telepon selular, tapi pengingat hanya berfungsi menurut waktu yang ditetapkan, sedangkan teknologi untuk mengontrol keinginan ini bekerja mengingatkan bahkan menghentikan atau membatasi aktifitas yang ingin kita lakukan pada saat kegiatan tersebut akan dilakukan.

Teknologi Laser Diagnosa Penyakit Tanpa Rasa Sakit

Teknologi Laser Diagnosa Penyakit Tanpa Rasa SakitAlat penghasil sinar laser yang tidak menyebabkan rasa sakit dan yang mudah dibawa kemungkinan segera menggantikan sinar-X dalam mendiagnosa penyakit dengan cara non invasif (tidak masuk dalam tubuh dengan suntikan atau pembedahan).

Para peneliti mengatakan bahwa teknologi tersebut bisa tersedia secara menyeluruh dalam waktu lima tahun.

Metode tersebut yang disebut spektroskopi Rasman dapat membantu menemukan gejala-gejala awal kanker payudara, pembusukkan gigi dan osteoporosis.

Komputer Yang Dikendalikan Pikiran

Pemindaian Otak
Contoh pemindaian fMRI. Foto: Wikipedia
Saat ini, komputer yang dioperasikan oleh tenaga otak memerlukan penggunanya untuk menggerakan kursor pada layar secara mental, akan tetapi komputer yang baru akan dibuat secara langsung membaca kata-kata yang dipikirkan oleh sang pengguna.

Para ilmuwan Intel sedang memetakan aktifitas otak ketika orang memikirkan kata-kata tertentu, dengan cara mengukur aktifitas di sekitar 20.000 lokasi di otak. Alat yang digunakan untuk melakukan pemetaan saat ini adalah pemindai Pencitraan Resonansi Magnetik yang mahal, sama seperti yang digunakan di berbagai rumah sakit, tapi peneliti senior di Intel yaitu Dean Pomerlau mengatakan bahwa peralatan yang lebih kecil yang akan dikenakan di kepala sedang dikembangkan. Setelah aktifitas otak dipetakan komputer akan bisa menentukan kata apa yang sedang dipikirkan dengan mengidentifikasi pola-pola otak yang sama dan perbedaan di antaranya.

Robot Pembantu Pasien Demensia

Robot Pembantu Pasien Demensia Robot tersebut dikembangkan oleh Pusat Rehabilitasi Nasional Orang-orang Cacat, Universitas Tokyo dan Institut Nasional Industri Maju Sains dan Teknologi, seperti yang diinformasikan oleh pejabat bersangkutan yang dilansir oleh PhysOrg pada tanggal 27 kemarin. Mereka berencana untuk menyiapkan robot-robot ini dalam waktu lima tahun.

Mesin tersebut dibuat berdasarkan robot berbentuk silinder yang tingginya sekitar 40 cm dan seberat 5 kg yang diproduksi oleh NEC Corp. Tim ilmuwan mengadaptasikan robot itu untuk melayani pasien-pasien demensia dengan memasang program percakapan baru.

Robot Menggunakan Tangannya Untuk "Berpikir"


Robot Gunakan Tangan Untuk Berpikir Tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata, terlebih khusus jika anda adalah sebuah robot. Setidaknya itu merupakan teori yang disodorkan oleh upaya besar Eropa untuk mengembangkan pendekatan yang sepenuhnya baru dalam kognisi robotika.

Proyek PACO-PLUS berusaha untuk menguji suatu teori terobosan yang disebut "kompleks-kompleks tindakan-obyek" (KTO). KTO merupakan unit-unit "memikirkan dengan cara melakukan". Pada dasarnya pendekatan ini merancang perangkat lunak dan perangkat keras yang memperkenankan robot tersebut berpikir tentang obyek-obyek dalam pengertian tindakan-tindakan yang bisa dilakukan terhadap obyek tersebut.

Memanfaatkan Tenaga Listrik Otak


Tenaga Listrik Otak Para peneliti di Universitas California bagian Neurosains Komputasional telah mengembangkan teknologi yang untuk pertama kalinya memperkenankan para dokter dan ilmuwan untuk secara non invasif mengisolasi dan mengukur aktifitas listrik otak pada orang-orang yang sedang bergerak.

Teknologi ini merupakan komponen kunci sejenis antarmuka komputer otak yang akan memungkinkan eksoskeleton robotik yang dikontrol oleh pikiran pasien untuk menggerakkan anggota badan pasien tersebut, kata Daniel Ferris yang merupakan profesor di School of Kinesiology Universitas Michigan dan penulis makalah yang menjabarkan penelitian tersebut.

PC 3D Tanpa Kacamata dari Fujitsu, Pertama di Dunia

PC 3D Tanpa Kaca PC desktop Esprimo FH99/CM, yang masuk dalam daftar seri komputer FMV, liquid crystal display atau LCDnya dilapisi dengan papan atau panel konversi yang memungkinkan para pengguna untuk melihat gambar-gambar tiga dimensi pada layar.

Perusahaan tersebut rencananya akan meluncurkan PC 3D pada tanggal 25 Februari di Jepang, dan mempertimbangkan kemudian mengenai peluncuran di luar Jepang.

Fujitsu sudah meluncurkan komputer desktop 3D yang membutuhkan penggunaan kacamata khusus.

Selasa, 29 Oktober 2013

Ayo Tunjukkan Kemampuan Robotikamu di Robotics Competition Tingkat SMP & SMA Pada Acara CompFest 2013

CompFest 2013, Depok – CompFest 2013 kini kembali hadir dengan rangkaian kompetisinya. Salah satu kompetisi yang diselenggarakan oleh CompFest tahun ini adalah Robotics Competition. Kompetisi ini telah hadir pada acara CompFest di tahun-tahun sebelumnya. Kompetisi ini memberi tantangan kepada peserta untuk menemukan sebuah algoritma yang tepat agar masing-masing robot yang dimiliki peserta dapat memecahkan masalah-masalah yang diberikan. Terdapat dua kategori di dalam Robotics Competition tahun ini, yaitu kategori SMP/sederajat dan kategori SMA/sederajat. Kategori SMA/sederajat telah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya, sementara kategori SMP/sederajat baru mulai diselenggarakan tahun ini.

Robotics Competition tingkat SMP/sederajat ini merupakan kompetisi yang mengadopsi konsep Imagine-Rule Robotics Competition, yaitu kompetisi yang bertujuan untuk memecahkan maze berupa 8×8 petak bujur sangkar, dimana terdapat satu petak start, satu petak finish, beberapa petak halangan dan beberapa petak checkpoint pada maze. Poin yang diperoleh peserta ditentukan dari checkpoint yang dilalui dan waktu yang ditempuh. Peserta yang mencapai posisi finish dengan poin tertinggi akan memenangkan pertandingan. Robot yang digunakan oleh peserta adalah Fischertechnik Robo Mobile Set yang sudah disediakan panitia. Peserta akan memprogram robot menggunakan software RoboPro.
Untuk mengikuti Robotics Competition kategori SMP/sederajat ini, para peserta tidak harus memiliki latar belakang di dalam bidang robotik, karena sebelum hari diselenggarakannya kompetisi para peserta akan mendapatkan pelatihan dari panitia.  “Kompetisi ini diharapkan dapat melatih logika serta melatih para peserta untuk menjadi decision maker yang baik” ujar Person in Charge Robotics Competition, Irfan Nur Afif. Dalam kompetisi ini, masing-masing tim akan dipinjamkan kit robot dari KlubRobotik, yang menjadi sponsor kompetisi ini. Para siswa-siswi SMP/sederajat dapat mengikuti kompetisi ini dengan mengirimkan tim yang masing-masing beranggotakan maksimal dua orang.
Mengingat tingginya tingkat antusiasme peserta dari tahun-tahun sebelumnnya, untuk Robotics Competition kategori SMA/sederajat akan mengangkat konsep yang sama dari Robotics Competition tahun lalu, Maze-Solving Robotics Competition. Dalam kompetisi ini, peserta akan diberikan sebuah maze dalam wujud lintasan hitam diatas putih yang nantinya akan diselesaikan dengan algoritma tertentu menggunakan robot yang dibawa sendiri oleh peserta. Peserta yang dapat menyelesaikan lintasan yang telah diberikan dengan waktu tercepat akan menjadi pemenang. Kompetisi dibagi menjadi dua babak, yaitu babak penyisihan dan babak final, tentunya dengan tingkat kesulitan beragam. Kompetisi ini dapat diikuti oleh siswa-siswi SMA/sederajat dengan mengirimkan tim yang masing-masing beranggotakan maksimal tiga orang.
Robotics Competition yang diselenggarakan oleh CompFest tahun ini menyediakan hadiah menarik untuk para pemenang pada masing-masing kategori. Untuk para pemenang Robotics Competition  kategori SMP/sederajat, CompFest 2013 menyediakan hadiah sebesar Rp 4.000.000 untuk pemenang pertama, Rp 3.500.000 untuk pemenang kedua, dan Rp 2.000.000 untuk pemenang ketiga. Sementara untuk para pemenang kategori SMA/sederajat, hadiah akan berupa uang tunai sejumlah Rp 5.000.000 untuk pemenang pertama, Rp 4.500.000 untuk pemenang kedua, dan Rp 3.000.000 untuk pemenang ketiga.
Robotics Competition ini akan dibuka pada tanggal 1 Mei 2013. Bagi yang berminat untuk menjadi peserta, dapat langsung mendaftarkan tim-nya dengan mengunjungi situs resmi CompFest di compfest.web.id dan simak info-info terbaru dari CompFest di akun twitter @CompFest dan facebook di www.facebook.com/Compfest. (Intan Kusumadewi Utami)
Berikut ini jadwal kompetisi nya:
  • Pendaftaran (1 Mei 2013 – 30 Juni 2013)
    Pendaftar melakukan pendaftaran melalui http://compfest.web.id.
  • Penyisihan tingkat SMA/sederajat (1 September 2013)
    Tahapan kompetisi awal yang akan dilalui seluruh peserta tingkat SMA/sederajat. Akan diseleksi 8 tim terbaik tingkat SMA/sederajat untuk maju ke babak final.
  • One-Day Workshop untuk kategori SMP/sederajat (20 September 2013)
    Tahapan di mana peserta kategori SMP/sederajat diberikan pelatihan mengenai robot yang akan digunakan saat perlombaan beserta cara memprogramnya. Tahapan ini bersifat tidak wajib bagi peserta.
  • Kompetisi tingkat SMP/sederajat (21 September 2013)
    Tahapan kompetisi bagi seluruh peserta kategori SMP/sederajat yang sudah terdaftar. Akan diambil 3 terbaik sebagai juara.
  • Final tingkat SMA/sederajat (22 September 2013)
    Tahapan kompetisi bagi seluruh finalis tingkat SMA/sederajat. Akan diambil 3 terbaik sebagai juara.